Tahu Bulat Tak Senikmat Tahu Kotak

28 May 2012

_tahubulat

Beberapa waktu yang lalu atau mungkin beberapa bulan yang lalu, tahu bulat sempat buming di daerah tempat saya tinggal yaitu Pitara Depok. Hampir sepanjang jalan Mampang dan Pitara Raya banyak yang menjual tahu bulat. Namun akhir-akhir ini saya sudah jarang sekali menemukan orang yang menjual tahu bulat goreng tersebut.

Saya pernah mencoba makan goreng tahu bulat beberapa kali, bukan karena harganya yang murah, tapi hanya sekedar menghilangkan rasa penasaran dari omongan-omongan orang, dan dari ramainya pembeli tahu bulat. Memang cukup aneh, karena sudah bertahun-tahun saya terbiasa makan tahu yang kotak, yang berwarna putih atau kuning.

Setelah saya mencoba makan, dan ternyata rasanya biasa saja atau tidak ada yang istimewa. Menurut saya masih lebih enak tahu kotak yang di jual Bang Somad tukang tahu yang biasa lewat depan rumah. Bahkan menurut saya pribadi jelas lebih enak goreng tahu Sumedang khas kampung saya.

Zaman sekarang memang serba heboh, apa-apa di bikin heboh, sesuatu yang baru di buat heboh, terlebih dengan makanan, belum tahu seperti apa rasanya, tapi beritanya sudah buming di mana-mana. Saya sendiri sampai saat ini belum tahu, siapa sebenarnya yang menciptakan tahu bulat dan apa motivasinya dia menciptakan tahu bulat lalu apa kelebihanya dibandingkan tahu kotak yang sudah lebih dulu akrab dengan masyarakat?

Begitu pula dengan Lady Gaga, baru rencana mau konser di Indonesia saja sudah heboh, sudah ribut di mana-mana. Apakah memang sudah menjadi budaya di Negara kita, selalu heboh saat menghadapi sesuatu yang baru?, atau memang masyarakat di Indonesia sudah bosan dengan gaya hidup lama dan ingin mencoba dan merasakan sesuatu yang baru?

Kembali ke tahu bulat. Saya pernah ngobrol dengan seorang pedagang tahu bulat di jalan Mampang Depok, namanya Karyo .Menurt Karyo untuk memulai usaha dagang goreng tahu bulat dia mengeluarkan modal sampai lima juta lebih, untuk pembuatan gerobak dari alumunium yang di tutupi kaca, serta penggorengan dan perlengkapan menggoreng lainya. Masih menurut Karyo dia memulai usaha ini karena prospek kedepanya cukup cerah mengingat masih jarang pesaingnya. Menurut dia, untuk memulai usaha ini dia di beri modal oleh salah seorang familynya yang sudah sukses. Saya lihat gerobak Karyo memang lebih bagus di banding gerobak pedagang lain yang ada disitu.

Lama saya tidak bertemu dengan Mas Karyo, hingga suatu hari saya melewati tempat jualanya saat berkendara motor, ternyata dia sudah tidak dagang lagi. Saya mencoba bertanya pada para pedagang yang ada disekitar itu, katanya Mas Karyo pulang kampung dan sudah tidak jualan tahu bulat lagi. Kini tempat yang biasa di gunakan berdagang Mas Karyo sudah di tempati pedagang lain, tapi bukan tahu bulat.


TAGS tahu bulat cara membuat tahu bulat resep tahu bulat franchise tahu bulat tahu bulat tasikmalaya resep tahu bulat tasikmalaya tahu bulat waralaba tahu isi tahu bulat intan


-

Author

Follow Me