Raja Mahmud Dan Kakek Tua

6 May 2012

Mahmud Ghazna, seorang penguasa dibenua India pada abad X, sedang berburu rusa di sebuah hutan. Karena kelelahan, ia beristirahat di sebuah kampung terdekat. Saat itulah ia melihat seorang kakek tua sedang menyantap bubuk roti kering dan semangkuk rebus kacang. Begitu nikmatnya kakek tua itu makan, sehingga ketika Raja Mahmud mendekatinya, ia tidak peduli dan sibuk dengan makanan kesayangannya.

Wahai kakek tua! Tampaknya makanan itu lezat sekali. Selera makan anda begitu tinggi. Padahal makanan itu begitu sederhana, ia tidak peduli dan sibuk dengan makanan kesayangannya.

Sambil mencicipi kacang rebusnya, ia menjawab, Tidak terlalu sulit, wahai Paduka. Masalahnya terletak pada jenis makanan dan yang memiliki makanan itu.

Raja Mahmud tidak begitu paham maksud kata-kata itu. Saya ini raja setiap hari disajikan makanan yang enak-enak, bergantian sesuai selera saya. Akan tetapi saya tidak pernah merasakan kenikmatan seperti yang kakek rasakan sekarang.

Kakek tua itu lantas menjelaskan, Disitulah akar masalahnya. Yang menyantap adalah seorang raja, dan yang dimakan pasti jenis yang layak untuk raja pula. Mestilah banyak orang yang tergiur dengan makanan itu. Demikian pula dengan kedudukan dan kursi orang yang makan tersebut. Maka, bagaimana mungkin anda akan merasa enak, nyaman dan nikmat, sementara anda selalu menjadi incaran banyak orang pada setiap waktu. Kedudukan anda pun akan digoyang oleh mereka yang iri. Sementara saya, tak satu makhluk pun yang dengki dan tergiur terhadap makanan saya apalagi kedudukan saya.

Kakek tua itu terus melahap menunya dan membiarkan sang raja termenung.

Sumber : Dari berbagai sumber


TAGS raja mahmud


-

Author

Follow Me